Disharmoni Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat

REDAKSI | 14 APRIL 2020

SL NEWS – Menyikapi pemberitaan saat ini semakin santer terlihat ketidak harmonisan antara bupati dg wakil bupati Bandung barat,  hal tersebut semakin terlihat saat mereka berjalan masing-masing dalam hal menangani wabah virus Corona yg saat ini sedang merebak. 

Kami melihat titik awal ketidak harmonisan mereka ketika wakil bupati Bandung barat ( Hengki Kurniawan) memutuskan untuk hengkang dari partai koalisi yang membesarkan nama mereka dan memilih beralih ke partai oposisi yaitu PDI perjuangan, dalam dunia politik sebenarnya hal ini wajar di lakukan namun secara etika tidak lah elok, akan tetapi di luar semua itu kami menilai  untuk saat ini masing-masing antara bupati dan wakil nya bisa menahan diri jangan sampai dg adanya musibah wabah saat ini mereka seolah mencari panggung masing-masing hingga pada akhirnya rakyat pula jadi korban dg adanya pro dan kontra pada kepemimpinan di KBB ini. Kami berharap sudah saatnya nya kini mereka bersatu kembali pada misi awal mereka yaitu AKUR guna melindungi masyarakat KBB dari semakin terpapar nya covid 19,

Dengan total kasus 264 yg di antaranya 230 orang ODP dan 15 org PDP, 9 org positif 2 orang meninggal dunia diantaranya kami rasa cukup kasus ini jangan sampai bertambah kembali (diliris dari situs resmi COVID19 KBB) akan tetapi bukan hal yang tidak mungkin jika kasus itu bertambah, jika saja pemerintah kbb tdk bersikap tegas pada warga nya, dan harus nya pemkab segera menyiapkan posko penanggulangan COVID19 di titik perbatasan ataupun keluar masuk dari daerah lain sebagai mana yang telah di lakukan oleh pemda lain yg menugaskan satgasnya, agar masyarakat merasa terlindungi sekaligus menekan angka penyebaran COVID19 di KBB dan juga sekaligus pemkab menyediakan alat ravid tes dan di sebar ke seluruh Puskesmas yg ada di KBB agar memudahkan pemeriksaan terhadap masyarakat hingga tingkat desa

Pemerintah bandung barat khususnya dinkes KBB harus transparan dalam pemberitaan tentang ODP, PDP dan pasen meninggal dunia serta daerah yang terpapar sehingga zonasi dapat di ketahui oleh masyarakat,  sehingga masyarakat atau pemerintah di bawahnya dapat lebih waspada untuk pencegahan penyebaran Virus Covid-19.

 

*Wahyu Hidayat*

Wakil Ketua DPC PBB KBB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *